LAPORAN BIOTEKNOLOGI DONAT SUBSTITUSI WORTEL
LAPORAN BIOTEKNOLOGI
DONAT SUBSTITUSI WORTEL
Tujuan :
Disusun untuk memenuhi
tugas ujian praktik mata pelajaran Biologi dan untuk mengetahui cara pembuatan
donat substitusi wortel
Oleh :
Dyah Pramuda
Wardani
Edo Carensha
Nofia Putri
Duani
Guru Pembimbing :
Marta Tryanti
S.pd
DEPATERMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KABUPATEN REJANG LEBONG
SMA NEGERI 4 REJANG LEBONG
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami
berhasil menyelesaikan laporan pembuatan donat substitusi wortel.
Laporan praktikum ini berisikan mengenai pemanfaatan
bioteknologi konvensional dalam bidang pangan yaitu dalam pembuatan kue donat
dan referensi mengenai proses fermentasi oleh ragi.Kehidupan modern semakin
berkembang dengan adanya keselarasan makhluk hidup dengan kemajuan teknologi
yang berkembang.
Melalui makalah ini kami akan menyampaikan secara
sederhana tentang penerapan teknologi dalam mengembangkan produk pada bidang
pangan.Tentunya masih banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini,karena itu
dimohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi bertambahnya pengetahuan
kami di bidang ini.
Curup,
10 maret 2017
Kelompok
6
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
..........................................................................................................2
DAFTAR ISI .........................................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang
................................................................................................................4
1.2
Rumusan
masalah
...........................................................................................................4
1.3
Tujuan
.............................................................................................................................4
BAB 2 Landasan Teori
2.1
Bioteknologi....................................................................................................................5
2.2 Wortel
.............................................................................................................................7
2.3 Fermentasi
.....................................................................................................................10
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan tempat ........................................................................................................14
3.2 Alat dan bahan
..............................................................................................................14
3.3 Cara kerja.......................................................................................................................14
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil pengamatan
........................................................................................................
8
4.2 Pembahasan
..................................................................................................................8
BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan
............................................................................................................
..... .9
5.2 Saran
..................................................................................................
................... ........9
DAFTAR PUSTAKA
.......................................................................................................
iii
LAMPIRAN
..................................................................................................
...................iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pada umunya
donat merupakaan suatu contoh penerapan bioteknolgi dalam kehidupan sehari –
hari. Dalam ilmu pengertahuan dan teknologi yang semakin modern serta seiring
perkembangan zaman dengan bertambahnya sumber daya manusia yang ada di muka
bumi, muncul lah keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui bidang
pendidikan sehinggga menimbulkan manusia dengan kualitas yang bagus.
Bioteknologi adalah terapan biologi yang melibatkan
disiplin ilmu mikrobiologi, biokimia, genetika, dan biologi monokuler. Definisi
bioteknologi secara klasik atau konvensional adalah teknologi yang memanfaatkan
agen hayati atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang dan jasa dalam
skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan jika ditinjau secara
modern, bioteknologi adalah pemanfaatan agen hayati atau bagian-bagian yang
sudah direkayasa secara in vitro untuk mrenghasilkan barang dan jasa pada skala
industri. Bioteknologi dikembangkan untuk meningkatkan nilai bahan mentah
dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme atau bagian-bagiannya misalnya
bakteri dan kapang. Selain itu bioteknologi juga memanfaatkan sel tumbuhan atau
sel hewan yang dibiakkan sebagai bahan dasar sebagai proses industri. Penerapan
bioteknologi pada umumnya mencakup produksi sel atau biomassa dan perubahan
atau ransformasi kimia yang diinginkan. Misalnya saja pada pembuatan donat dengan
melibatkan suatu organisme.
Donat (doughnuts atau donut) adalah penganan yang
digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur dan mentega. Donat yang
paling umum adalah donat berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat
berbentuk bundar dengan isi yang rasanya manis, seperti berbagai jenis selai,
jelly, krim, dan custard.Pembuatan donat melibatkan proses fermentasi oleh
mikroorganisme Saccharomyces cereviciae. Untuk mengetahui proses
fermentasi tersebut, kami menyusun laporan praktikum ini.
1.2
Rumusan
masalah
1.2.1
Apakah yang di maksud denga
bioteknologi?
1.2.2
Apa bakteri yang berperan dalam proses
pembuatan donat dan bagaimana proses pembuatan donat
1.3
Tujuan
1.3.1 Mengetahui apa
yang dimaksud bioteknologi.
1.3.2 Mengetahui
apakah donat bisa disubstitusikan dengan wortel.
1.3.3 Mengetahui apa
bakteri yang berperan dalam menciptakan produk donat ini.
1.3.4 Mengetahui
bagaimana proses dari pembuatan produk donat ini.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Bioteknologi
Bioteknologi adalah terapan biologi
yang melibatkan disiplin ilmu mikrobiologi, biokimia, genetika, dan biologi
monokuler. Definisi bioteknologi secara klasik atau konvensional adalah
teknologi yang memanfaatkan agen hayati atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan
barang dan jasa dalam skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Sedangkan jika ditinjau secara modern, bioteknologi adalah pemanfaatan agen
hayati atau bagian-bagian yang sudah direkayasa secara in vitro untuk
mrenghasilkan barang dan jasa pada skala industri. Bioteknologi dikembangkan
untuk meningkatkan nilai bahan mentah dengan memanfaatkan kemampuan
mikroorganisme atau bagian-bagiannya misalnya bakteri dan kapang. Selain itu
bioteknologi juga memanfaatkan sel tumbuhan atau sel hewan yang dibiakkan
sebagai bahan dasar sebagai proses industri. Penerapan bioteknologi pada
umumnya mencakup produksi sel atau biomassa dan perubahan atau ransformasi
kimia yang diinginkan. Misalnya saja pada pembuatan donat dengan
melibatkan suatu organisme.
Menurut para pakar dari Australia, Pengertian Bioteknologi adalah penyusunan, pengoptimuman dan
peningkatan proses biokimia dan selular untuk produksi senyawa yang bermanfaat
dalam industri dan penerapan segala sesuatu yang berkaitan dengan produksi
senyawa tersebut. Pengertian bioteknologi ini menunjukan bahwa bioteknologi
sebagai proses yang meliputi semua gatra yang terpusat dengan ciri khas, yaitu
keterlibatan katalisator-katalisator biologi.
Pengertian Bioteknologi menurut Perhimpunan
Kimia Murni dan Terapan, Bioteknologi adalah penerapan biokimia, biologi,
mikrobiologi dan rekayasa kimia daam proses industri, pembuatan produk (di sini
termasuk produk pada pelayanan kesehatan, energi dan pertanian) dan pada
lingkungan.
Menurut Pandangan para pakar dari negara
Belanda, Pengertian
Bioteknologi ialah ilmu
tentang proses biologi terapan, yang merupakan ilmu mengenai proses produksi
berdasarkan kegiatan mikroorganisme dan komponen aktifnya dan proses produksi
yang melibatkan penggunaan sel dan jaringan organisme yang lebih tinggi.
Teknologi pertanian, kesehatan dan pemuliaan tanaman budidaya secara
tradisional, umumya tidak dipandang sebagai bioteknologi.
Pengertian Bioteknologi menurut OECD
(Organization for Economic Cooperation and Development),
Bioteknologi adalah suatu penerapan prinsip ilmiah dan rekayasa pengolahan
bahan oleh agen biologi untuk menyediakan barang dan jasa.
Dalam bioteknologi, yang dimaksud
dengan asas ilmiah dan
rekayasa yang dikaitkan
dengan disiplin ilmu yang luas, tetapi ditekankan pada mikrobiologi, genetika,
biokimia, rekayasa biokimia dan kimia. Meskipun demikian, ahli bioteknologi
tidak harus menguasai sepenuhnya semua disiplin ilmu pendukung bioteknologi,
tetapi ia dapat memulai dengan satu disiplin ilmu yang kemudian dimantapkan
melalui latihan dan pendidikan khusus untuk memperoleh keterampilan praktis dan
kemampuan kerja sama secara terpadu.
Yang dimaksud dengan agen biologi dalam pengertian
bioteknologi di atas yaitu
katalisator-katalisator biologi dengan kisaran yang luas, tetapi terutama
ditekankan pada mikroorganisme berenzim dan sel hewan serta tumbuhan. Yang
dimaksud dengan bahan dalam pengertian bioteknologi di atas meliputi semua
bahan baik yang organik maupun yang nonorganik. Pengolahan tidak hanya mencakup
proses-proses yang melibatkan agen biologi, tetapi juga semua proses yang
menggunakan bahan biologi hasil kegiatan biologi. Sedangkan pengertian bahan
dan jasa meliputi produk industri berupa pangan, minumman, obat, senyawa
biokimia dan peniadaan pengaruh logam dalam mengolah limbah industri dan rumah
tangga.
Dari keterangan dalam pengertian
bioteknologi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Pengertian Bioteknologi adalah teknologi pemanfaatan organisme
(mikroba) atau produk organisme yang bertujuan untuk menghasilkan bahan atau
jasa. Berdasarkan kesimpulan ringkas di atas, maka sebenarnya bioteknologi
bukanlah hal yang baru bagi peradaban manusia. Teknologi seperti pembuatan
tape, tempe, kecap dan tuak menunjukkan pemanfaatan mikroba untuk mengubah
bahan dasar menjadi bahan yang bernilai ekonomi lebih tinggi.
Dari paparan pengertian
bioteknologi di atas juga dapat kita membagi bentuk bioteknologi menjadi
bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern.
Pengertian Bioteknologi Tradisional adalah bioteknologi yang bersifat sederhana dengan
menggunakan jasad renik (mikroba) alami yang pada mulanya penggunaannya
bersifat untung-untungan belum berdasarkan ilmiah.
Pengertian Bioteknologi Modern adalah bioteknologi yang menggunakan organisme hasil
rekayasa genetik melalui perlakuan yang mengubah landasan penentu kemampuan
hidup, dengan mengubah tatanan gen yang menentukan sifat spesifik suatu
organisme, sehingga dalam proses pengubahan dapat berlangsung secara lebih
efisien dan efektif. Selain itu juga bioteknologi modern dituntut oleh hasil
yang lebih komersial, yaitu produknya harus dapat bersaing dalam harga, dengan
menggunakan metode alternatif pembuatan produk yang sama.
Untuk memahami bagaimana organisme
itu dapat dimanfaatkan dan apakah yang dapat dilakukan oleh bioteknologi modern,
perlu diketahui senyawa kimia yang menjadi dasar dalam kehidupan, yaitu
protein, khususnya mengenai struktur dan fungsi protein sebagai penyusun
material genetika yang dapat dikenal dengan nama DNA. Tidak ada senyawa yang
demikian penting seperti DNA, karena di dalamnya terbawa informasi
turun-temurun yang menentukan struktur protein. DNA adalah molekul utama
kehidupan. Instruksi yang mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel disandikan
oleh DNA, demikian pula dengan pesan yang menimbulkan diferensiasi, sehingga
telur yang telah dibuat berkembang menjadi banyak sekali sel khusus yang
diperlukan untuk keberhasilan fungsi tumbuhan dan hewan yang tingkat tinggi.
2.2 Definisi Wortel
Klasifikasi Tanaman Wortel
Wortel
merupakan tanaman sayuran termasuk ke dalam jenis tanaman semak, dan tumbuh
baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Tanaman wortel mempunyai struktur
batang yang pendek, serta akar yang berakar tunggang dapat berubah bentuk
menjadi bulat dan disebut dengan umbi. Umbi wortel ini tampak berwarna kuning
kemerah-merahan, yang berarti mengandung tinggi senyawa karoten dan flavonoid
yang berfungsi sebagai antioksidan.
Berikut ini klasifikasi wortel :
Devisio : Spermatophyta
Sub devisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledon
Ordo : Umbelliferales
Family : Umbelliferae
Genus : Daucus
Species : Daucus carota L
Tanaman wortel memiliki daun majemuk bergaris-garis (lanset), dengan 4 sampai 7 tangkai daun yang berukuran panjang, tangkai daun agak tebal dan kaku namun permukaan daunnya halus. Pada bagian batangnya, berukuran sangat kecil sehingga terkadang hampir tidak terlihat. Biasanya batang wortel berdiameter 1 cm sampai 1,5 cm, memiliki tekstur yang keras, bulat dan tidak berkayu. Batang wortel juga tidak bercabang, tetapi ditumbuhi tangkai daun sehingga seolah-olah terlihat mempunyai cabang.
Dalam taksonomi tanaman, klasifikasi wortel memiliki sistem perakaran serabut dan tunggang. Dalam perkembangannya akar tunggang tersebut akan mengalami perubahan fisiologis atau bentuk dan fungsinya menjadi tempat penyimpanan makanan bagi tumbuhan. Akar ini kemudian tumbuh menjadi besar dan memanjang, pembesaran akar ini dapat mencapai panjang 30 cm dengan diameter sekitar 6 cm. Akar yang telah membesar inilah yang kemudian dikenal dengan nama umbi wortel atau wortel. Selain pertumbuhan akarnya yang khas, tumbuhan wortel juga memiliki bunga yang tumbuh di ujung tangkai, berbentuk menyerupai payung, bertangkai pendek dan tebal, serta berwarna merah jambu pudar atau putih. Bila mengalami pernyerbukan, bunga dapat menghasilkan buah berukuran kecil, ditumbuhi bulu-bulu halus, dan mengandung biji.
Sekarang ini, dalam sistem klasifikasi wortel telah ditemukan beberapa varietas wortel baru yang memiliki sifat lebih unggul dibandingkan varietas-varietas sebelumnya. Bredasarkan dari bentuk umbinya, varietas wortel dibagi menjadi tiga kelompok, meliputi, Chantenay,Imperator, dan Nantes. Kelompok Chantenay mempunyai bentuk umbi bulat dan panjang dengan ujung yang tumpul, panjang umbi berkisar antara 15-20 cm. Selain itu umbi jenis varietas ini mempunyai rasa yang manis sehingga banyak disukai masyarakat. Pada wortel kelompok Imperator mempunyai bentuk umbi bulan panjang, tetapi dengan ujung yang meruncing, panjang umbi antara 20-30 cm, rasa umbi ini kurang manis jika dibandingkan dengan kelompok Chantenay. Sedangkan kelompok Nantes mempunyai bentuk umbi kombinasi dari jenis Chantenay dan Imperator, yaitu mempunyai bentuk bulat tapi sedikit panjang, dengan panjang rata-rata antara 10-15 cm. Dari ketiga kelompok tersebut, varietas dari kelompok Chantenaylah yang memberikan hasil terbaik dari segi sifat, pertumbuhan, dan hasil panennya, sehingga banyak dicari oleh petani wortel.
Wortel adalah
salah satu makanan detoksifikasi yang dapat membersihkan dan mengatur
keseimbangan dalam tubuh. Manfaat wortel yang dipercaya dapat meningkatkan
kemampuan penglihatan juga mungkin terbukti benar.Wortel sangat bermanfaat
untuk membersihkan dan menguatkan hati, organ tubuh paling utama dalam
detoksifikasi, sehingga dapat meningkatkan semua fungsi sistem tubuh yang
terkait. Namun, jangan mengonsumsi lebih dari tiga wortel dalam sehari. Untuk
membuat jus, gunakan tidak lebih dari dua wortel dan campurlah dengan apel atau
sayuran yang lain. Memakan terlalu banyak sari wortel membuat kulit menjadi
oranye.
Wortel adalah gudang beta-karoten, yang berguna untuk membantu sistem kekebalan, sistem pencernaan, saluran pernapasan, serta membangun gigi, rambut, dan tulang yang kuat. Beta-karoten juga mempunyai efek penyembuhan terhadap kulit, terutama terhadap eksim, infeksi kulit, dan jerawat, serta dapat memperbaiki warna kulit jika diminum sebagai sari buah bersama apel. Beta-karoten juga dapat membantu meningkatkan penglihatan pada malam hari dan membuat mata menjadi sehat.
Wortel berisi gula alami, yang akan dilepaskan perlahan-lahan ke dalam tubuh untuk memberi energi yang tahan lama. Kadar gula dalam wortel bukanlah kadar gula dalam jumlah besar yang masuk secara mendadak seperti pada gula sulingan. Wortel lebih baik jika dimakan mentah. Wortel, terutama jika dibuat sup, adalah makanan penyembuh yang sempurna bagi yang sedang dalam proses penyembuhan atau orang yang kondisi tubuhnya sedang menurun.
Karena merupakan sumber vitamin C dan beta-karoten, wortel merupakan bahan makanan utama untuk melawan penyakit dan memperkuat kekebalan tubuh. Wortel juga dapat melawan berbagai macam penyakit, infeksi saluran pernapasan, luka pada perut, dan masalah pencernaan, serta memberikan perlindungan terhadap resiko berbagai jenis kanker. Wortel sering digunakan sebagai bahan ramuan tradisional untuk membantu masalah kewanitaan (mengatur siklus haid dan memperbanyak air susu ibu) karena mengandung kalsium.
Wortel juga dapat membantu membentuk butir darah, meningkatkan kadar hemoglobin (HB). Wortel juga dapat membantu melawan penyakit jantung dan penyakit pada pembuluh darah utama. Apabila sering dimakan setiap hari, wortel juga akan mengurangi kadar kolesterol.
Wortel termasuk sayur-sayuran paling tua yang dikenal manusia. Manusia mulai mengonsumsi wortel setelah mengetahui beberapa manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya. Konon, orang-orang Yunani dan Romawi yang pertama kali mempublikasikan manfaat wortel ini. Informasi mengenai manfaat wortel itu didapat di dalam buku-buku yang telah ditulis sejak 130 tahun sebelum masehi.
Wortel dikategorikan sebagai alat kecantikan yang utama, karena ia kaya akan vitamin A. Vitamin ini sangat penting untuk kesehatan dan kemulusan kulit, karenanya ia termasuk jenis sayuran alami yang bermanfaat untuk pemeliharaan kulit. Sebagaimana disampaikan oleh para ahli kecantikan, mengonsumsi jus (sari buah) wortel yang segar secara teratur akan memberikan pengaruh yang besar, seperti mencegah timbulnya bintik dan noda hitam pada kulit, serta dapat memperindah warna kulit yang secara umum terlihat lebih bersih. Manfaat wortel tidak hanya untuk kulit saja, tapi juga untuk nutrisi rambut dan mata, karena kedua organ ini sangat membutuhkan vitamin A.Namun, untuk memperoleh manfaat wortel secara maksimal, Anda harus jeli dalam memilih wortel. Pilihlah wortel yang berwarna agak muda dan terang. Ini menandakan bahwa wortel tersebut masih muda dan segar. Selain bisa menghaluskan kulit, wortel juga memberikan khasiat lainnya seperti mengatasi hipertensi, mengatasi luka bakar, menyembuhkan batuk, mengatasi nyeri haid, serta mengatasi sembelit.
Wortel adalah gudang beta-karoten, yang berguna untuk membantu sistem kekebalan, sistem pencernaan, saluran pernapasan, serta membangun gigi, rambut, dan tulang yang kuat. Beta-karoten juga mempunyai efek penyembuhan terhadap kulit, terutama terhadap eksim, infeksi kulit, dan jerawat, serta dapat memperbaiki warna kulit jika diminum sebagai sari buah bersama apel. Beta-karoten juga dapat membantu meningkatkan penglihatan pada malam hari dan membuat mata menjadi sehat.
Wortel berisi gula alami, yang akan dilepaskan perlahan-lahan ke dalam tubuh untuk memberi energi yang tahan lama. Kadar gula dalam wortel bukanlah kadar gula dalam jumlah besar yang masuk secara mendadak seperti pada gula sulingan. Wortel lebih baik jika dimakan mentah. Wortel, terutama jika dibuat sup, adalah makanan penyembuh yang sempurna bagi yang sedang dalam proses penyembuhan atau orang yang kondisi tubuhnya sedang menurun.
Karena merupakan sumber vitamin C dan beta-karoten, wortel merupakan bahan makanan utama untuk melawan penyakit dan memperkuat kekebalan tubuh. Wortel juga dapat melawan berbagai macam penyakit, infeksi saluran pernapasan, luka pada perut, dan masalah pencernaan, serta memberikan perlindungan terhadap resiko berbagai jenis kanker. Wortel sering digunakan sebagai bahan ramuan tradisional untuk membantu masalah kewanitaan (mengatur siklus haid dan memperbanyak air susu ibu) karena mengandung kalsium.
Wortel juga dapat membantu membentuk butir darah, meningkatkan kadar hemoglobin (HB). Wortel juga dapat membantu melawan penyakit jantung dan penyakit pada pembuluh darah utama. Apabila sering dimakan setiap hari, wortel juga akan mengurangi kadar kolesterol.
Wortel termasuk sayur-sayuran paling tua yang dikenal manusia. Manusia mulai mengonsumsi wortel setelah mengetahui beberapa manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya. Konon, orang-orang Yunani dan Romawi yang pertama kali mempublikasikan manfaat wortel ini. Informasi mengenai manfaat wortel itu didapat di dalam buku-buku yang telah ditulis sejak 130 tahun sebelum masehi.
Wortel dikategorikan sebagai alat kecantikan yang utama, karena ia kaya akan vitamin A. Vitamin ini sangat penting untuk kesehatan dan kemulusan kulit, karenanya ia termasuk jenis sayuran alami yang bermanfaat untuk pemeliharaan kulit. Sebagaimana disampaikan oleh para ahli kecantikan, mengonsumsi jus (sari buah) wortel yang segar secara teratur akan memberikan pengaruh yang besar, seperti mencegah timbulnya bintik dan noda hitam pada kulit, serta dapat memperindah warna kulit yang secara umum terlihat lebih bersih. Manfaat wortel tidak hanya untuk kulit saja, tapi juga untuk nutrisi rambut dan mata, karena kedua organ ini sangat membutuhkan vitamin A.Namun, untuk memperoleh manfaat wortel secara maksimal, Anda harus jeli dalam memilih wortel. Pilihlah wortel yang berwarna agak muda dan terang. Ini menandakan bahwa wortel tersebut masih muda dan segar. Selain bisa menghaluskan kulit, wortel juga memberikan khasiat lainnya seperti mengatasi hipertensi, mengatasi luka bakar, menyembuhkan batuk, mengatasi nyeri haid, serta mengatasi sembelit.
Berikut adalah manfaat penggunaan wortel :
1. Mengatasi hipertensi:
Wortel sebanyak 500 gr dicuci, dipotong-potong, beri sedikit air matang, lalu diblender. Saring, kemudian diminum. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari.
Wortel sebanyak 500 gr dicuci, dipotong-potong, beri sedikit air matang, lalu diblender. Saring, kemudian diminum. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari.
2. Mengatasi rabun senja:
Dua batang wortel dicuci diparut. remas dengan dua sendok air matang. Peras dan saring. Beri madu supaya lebih enak, kemudian diminum. Lakukan ini 3x sehari.
Dua batang wortel dicuci diparut. remas dengan dua sendok air matang. Peras dan saring. Beri madu supaya lebih enak, kemudian diminum. Lakukan ini 3x sehari.
3. Mengatasi mata minus:
Minum air rebusan wortel atau makan wortel mentah. Bisa juga memarut tujuh batang wortel, dan beri sedikit air matang. Kemudian peras dengan kain. Minum air perasannya 1x sehari.
Minum air rebusan wortel atau makan wortel mentah. Bisa juga memarut tujuh batang wortel, dan beri sedikit air matang. Kemudian peras dengan kain. Minum air perasannya 1x sehari.
4. Mengatasi demam pada anak:
Wortel sebanyak 200gr dicuci, diparut dan diperas sampai keluar sarinya. Air perasan tersebut direbus dan diminum.
Wortel sebanyak 200gr dicuci, diparut dan diperas sampai keluar sarinya. Air perasan tersebut direbus dan diminum.
5. Mengatasi cacingan:
Keringkan lima wortel, dan tumbuk atau parut sampai menjadi bubuk. Seduh dengan air secukupnya. Minum 2x sehari, 5 gr setiap kali minum.
Keringkan lima wortel, dan tumbuk atau parut sampai menjadi bubuk. Seduh dengan air secukupnya. Minum 2x sehari, 5 gr setiap kali minum.
6. Mengatasi luka bakar:
Wortel ditumbuk hingga halus dan dioleskan pada luka bakar.
Wortel ditumbuk hingga halus dan dioleskan pada luka bakar.
7. Mengatasi batuk:
Sebatang wortel dibersihkan, diparut. Beri beberapa sendok air panas dan peras. Beri sedikit gula aren, aduk sampai rata. Minum 2x sehari.
Sebatang wortel dibersihkan, diparut. Beri beberapa sendok air panas dan peras. Beri sedikit gula aren, aduk sampai rata. Minum 2x sehari.
8. Mengatasi nyeri haid:
Wortel sebanyak 250gr dicuci, dipotong-potong. Beri sedikit air, lalu diblender. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.
Wortel sebanyak 250gr dicuci, dipotong-potong. Beri sedikit air, lalu diblender. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.
9. Mengatasi sembelit:
Dua batang wortel dicuci bersih, lalu diparut. Beri dua sendok makan air matang dan sedikit garam, kemudian peras. Minum airnya 2x sehari.
Dua batang wortel dicuci bersih, lalu diparut. Beri dua sendok makan air matang dan sedikit garam, kemudian peras. Minum airnya 2x sehari.
10. Menghaluskan wajah:
Dua sampai tiga batang wortel dikupas, dicuci, lalu diparut, dan diperas airnya. Oleskan ke wajah. Bisa juga setelah diparut, langsung ditempelkan ke wajah sebagai masker sampai kering.
Dua sampai tiga batang wortel dikupas, dicuci, lalu diparut, dan diperas airnya. Oleskan ke wajah. Bisa juga setelah diparut, langsung ditempelkan ke wajah sebagai masker sampai kering.
Catatan: bila
dipakai sebagai masker, wajah jangan digerakkan seperti bercakap atau makan
supaya maskernya tidak retak.
2.3 Fermentasi
Fermentasi
adalah proses terjadinya penguraian senyawa-senyawa organik untuk menghasilkan
energi serta terjadi pengubahan substrat menjadi produk baru oleh mikroba
(Madigan, 2011). Fermentasi berasal dari bahasa latin ferfere yang artinya mendidihkan.
Fermentasi merupakan pengolahan subtrat menggunakan peranan mikroba (jasad renik) sehingga dihasilkan produk yang dikehendaki (Muhiddin, 2001). Produk fermentasi berupa biomassa sel, enzim, metabolit primer maupun sekunder atau produk transformasi (biokonversi).
Proses fermentasi mendayagunakan aktivitas suatu mikroba tertentu atau campuran beberapa spesies mikroba. Mikroba yang banyak digunakan dalam proses fermentasi antara lain khamir, kapang dan bakteri. Teknologi fermentasi merupakan salah satu upaya manusia dalam memanfaatkan bahan-bahan yang berharga relatif murah bahkan kurang berharga menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dan berguna bagi kesejahteraan hidup manusia.
Fermentasi merupakan pengolahan subtrat menggunakan peranan mikroba (jasad renik) sehingga dihasilkan produk yang dikehendaki (Muhiddin, 2001). Produk fermentasi berupa biomassa sel, enzim, metabolit primer maupun sekunder atau produk transformasi (biokonversi).
Proses fermentasi mendayagunakan aktivitas suatu mikroba tertentu atau campuran beberapa spesies mikroba. Mikroba yang banyak digunakan dalam proses fermentasi antara lain khamir, kapang dan bakteri. Teknologi fermentasi merupakan salah satu upaya manusia dalam memanfaatkan bahan-bahan yang berharga relatif murah bahkan kurang berharga menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dan berguna bagi kesejahteraan hidup manusia.
2.3.1 Jenis-jenis Fermentasi
a.
Berdasarkan produk yang
dihasilkan, fermentasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu (Belitz, 2009):
1. Homofermentatif,
yaitu fermentasi yang produk akhirnya hanya berupa asam laktat. Contoh
homofermentatif adalah proses fermentasi yang terjadi dalam pembutaan
yoghurt.
2. Heterofermentatif,
yaitu fermentasi yang produk akhirnya berupa asam laktat dan etanol sama
banyak. Contoh heterofermentatif adalah proses fermentasi yang terjadi dalam
pembuatan tape.
b.
Berdasarkan penggunaan
oksigen, fermentasi dibagi menjadi fermentasi aerobik dan anaerobik. Fermentasi
aerobik adalah fermentasi yang memerlukan oksigen, sedangkan fermentasi
anaerobik tidak memerlukan oksigen (Fardiaz, 1992).
c.
Berdasarkan proses yang
dihasilkan oleh mikroba, fermentasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1.
Fermentasi yang memproduksi sel
mikroba (biomass). Produksi komersial dari biomass dapat
dibedakan menjadi produksi yeast untuk industri roti, dan produksi sel mikroba
untuk digunakan sebagai makanan manusia dan hewan.
2.
Fermentasi yang menghasilkan
enzim dari mikroba. Secara komersial, enzim dapat
diproduksi oleh tanaman, hewan, dan mikroba, namun enzim yang diproduksi oleh
mikroba memiliki beberapa keunggulan yaitu, mampu dihasilkan dalam jumlah besar
dan mudah untuk meningkatkan produktivitas bila dibandingkan dengan tanaman
atau hewan.
3.
Fermentasi yang menghasilkan
metabolit mikroba. Metabolit mikroba dapat dibedakan
menjadi metabolit primer dan metabolit sekunder. Produk metabolisme primer yang
dianggap penting contohnya etanol, asam sitrat, polisakarida, aseton, butanol,
dan vitamin. Sedangkan metabolit sekunder yang dihasilkan mikroba contohnya
antibiotik, pemacu pertumbuhan, inhibitor enzim, dan lain-lain.
2.3.2 Reaksi Kimia Fermentasi
Reaksi
dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan
produk yang dihasilkan. Secara singkat glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula
paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH).
Persamaan reaksi kimia yaitu :
Persamaan reaksi kimia yaitu :
Reaksi
di atas dijelaskan: gula (glukosa, fruktosa dan sukrosa) = alkohol (etanol) + karbondioksida + energi (ATP).
Urutan proses terjadinya fermentasi dan produk yang dihasilkan dijelaskan pada gambar di bawah ini:
Urutan proses terjadinya fermentasi dan produk yang dihasilkan dijelaskan pada gambar di bawah ini:
Penerapan
metode fermentasi yang banyak digunakan diantaranya adalah fermentasi alkohol
dan fermentasi asam laktat. Fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat
memiliki perbedaan dalam produk akhir yang dihasilkan. Produk akhir fermentasi
alkohol berupa etanol dan CO2, sedangkan produk akhir fermentasi asam laktat
berupa asam laktat (Lehninger, 1994).
2.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fermentasi
Keberhasilan
fermentasi ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:
a. Keasaman
(pH)
Makanan yang mengandung asam bisanya tahan lama, tetapi jika
oksigen cukup jumlahnya dan kapang dapat tumbuh serta fermentasi berlangsung
terus, maka daya awet dari asam tersebut akan hilang. Tingkat keasaman sangat berpengaruh
dalam perkembangan bakteri. Kondisi keasaman yang baik untuk bakteri adalah
4,5-5,5.
b. Mikroba
Fermentasi biasanya dilakukan dengan kultur murni yang
dihasilkan di laboratorium. Kultur ini dapat disimpan dalam keadaan kering atau
dibekukan.
c. Suhu
Suhu fermentasi sangat menentukan macam mikroba yang dominan
selama fermentasi. Tiap-tiap mikroorganisme memiliki suhu pertumbuhan yang
maksimal, suhu pertumbuhan minimal, dan suhu optimal yaitu suhu yang memberikan
terbaik dan perbanyakan diri tercepat.
d. Oksigen
Udara atau oksigen selama fermentasi harus diatur sebaik
mungkin untuk memperbanyak atau menghambat pertumbuhan mikroba tertentu. Setiap
mikroba membutuhkan oksigen yang berbeda jumlahnya untuk pertumbuhan atau
membentuk sel-sel baru dan untuk fermentasi. Misalnya ragi roti (Saccharomycess cereviseae) akan tumbuh lebih baik dalam
keadaan aerobik, tetapi keduanya akan melakukan fermentasi terhadap gula jauh
lebih cepat dengan keadaan anaerobik.
e. Waktu
Laju perbanyakan bakteri bervariasi menurut spesies dan
kondisi pertumbuhannya. Pada kondisi optimal, bakteri akan membelah sekali
setiap 20 menit. Untuk beberapa bakteri memilih waktu generasi yaitu selang
waktu antara pembelahan, dapat dicapai selama 20 menit. Jika waktu generasinya
20 menit pada kondisi yang cocok sebuah sel dapat menghasilkan beberapa juta
sel selama 7 jam.
BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu Dan Tempat
Kegiatan
praktikum ini dilaksanakan pada
Hari,tanggal : Jumat, 10 maret 2017
Tempat : Btn. Jalatari indah pasar hewan
3.2 Alat Dan Bahan
A.
Alat
·
Kompor
·
Wajan
·
Pisau
·
Timbangan
·
Spatula
·
Sendok
·
Baskom kecil
·
Baskom besar
·
Gelas
·
Plastik
B .Bahan
- 450 gram tepung terigu
- 30 gram gula pasir
- 120 gram wortel, dikupas kulitnya lalu dihaluskan
- 50 gram margarin
- 1 kilogram minyak goreng
- 1 sdt baking powder
- 2 sdm ragi instan
- 2 butir telur ayam
- 1 sdt garam
- 120 ml air
3.3 Cara Kerja
- Siapkan blender lalu masukkan wortel serta air dan blender sampai halus dan lembut dengan menggunakan kecepatan tinggi.
- Siapkan wadah lalu masukkan tepung terigu, baking powder, susu bubuk, gula pasir, ragi instan serta garam dan diaduk sampai merata.
- Setelah adonan merata lalu tuangkan wortel yang sudah dihaluskan kedalam adonan serta masukkan juga telur ayam serta mentega sembari diuleni sampai menjadi adonan yang tidak lengket.
- Berikutnya bentuk bulat adonan menjadi satu lalu diamkan diwadah yang tertutup rapat selama 30 menit.
- Setelah itu adonan dikempiskan lalu dibentuk bulat kecil dan goreng kedalam minyak goreng panas sampai matang, angkat kemudian celupkan pada white choklat yang sudah dilelehkan dan donat wortel siap untuk dinikmati.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil pengamatan
Dari hasil
pengamatan kami ragi mempunyai tekstur berpasir dan beraroma khas ragi yang
berfungsi dalam Fermentasi adonan, sehingga adonan mengembang. Mentega
mempunyai tekstur yang lunak dan beraroma vanilla berfungsi untuk memperbaiki
tekstur adonan. Lalu minyak goreng berbentuk cair serta beraroma khas minyak goreng
berfungsi untuk memperbaiki tekstur adonan. Dan yang terkahir wortel bertekstur halus yang digunakan dalam
adonan berfungsi membuat adonan agar
lebih lunak.
4.2 Pembahasan
•Menyiapkan peralatan :
Apabila peralatan telah siap, tentunya suatu pekerjaan akan menjadi lebih mudah dan lancar pada saat pengerjaan.
Apabila peralatan telah siap, tentunya suatu pekerjaan akan menjadi lebih mudah dan lancar pada saat pengerjaan.
•Merebus kentang
Ini berguna untuk mempermudah pada saat mencampurkan dengan adonan tepung.
Ini berguna untuk mempermudah pada saat mencampurkan dengan adonan tepung.
•Mencampurkan adonan
Mencampurkan semua bahan yang diperlukan dalam pembuatan donat secara benar dan bertahap.
Mencampurkan semua bahan yang diperlukan dalam pembuatan donat secara benar dan bertahap.
•Aduk adonan hingga merata
Mengaduk-ngaduk bahan yang telah dicampurkan sampai merata, agar adonan dapat sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Mengaduk-ngaduk bahan yang telah dicampurkan sampai merata, agar adonan dapat sesuai dengan apa yang kita inginkan.
•Mencampurkan kentang halus
Kentang halus berguna agar tekstur dari adonan menjadi lebih lembut.
Kentang halus berguna agar tekstur dari adonan menjadi lebih lembut.
•Didiamkan untuk fermentasi
Fermentasi dilakukan dengan cara mendiamkan adonan selama 20 – 30 menit agar dapat mengembang .
Fermentasi dilakukan dengan cara mendiamkan adonan selama 20 – 30 menit agar dapat mengembang .
•Pembentukan donat
Bentuk adonan menjadi bentuk kue donat dengan bolong ditengahnya.
Bentuk adonan menjadi bentuk kue donat dengan bolong ditengahnya.
•Goreng hingga matang
Menggoreng donat dengan menggunakan api sedang sampai matang. Kematangan donat ditandai dengan warnanya yang
kekuning-kuningan dan teksturnya yang menjadi agak lebih keras pada bagian luarnya.
Menggoreng donat dengan menggunakan api sedang sampai matang. Kematangan donat ditandai dengan warnanya yang
kekuning-kuningan dan teksturnya yang menjadi agak lebih keras pada bagian luarnya.
•Pemberian topping
Pemberian topping juga tidak boleh sembarangan, kita harus menunggu donat hingga dingin . Mengapa ? Karena jika
dalam kondisi donat yang masih panas, maka akan membuat topping diatasnya menjadi meleleh
Pemberian topping juga tidak boleh sembarangan, kita harus menunggu donat hingga dingin . Mengapa ? Karena jika
dalam kondisi donat yang masih panas, maka akan membuat topping diatasnya menjadi meleleh
BAB V
PENUTUP
5.1 kesimpulan
Dengan
diadakannya pembuatan donat ini, kita
telah memperoleh banyak sekali pengetahuan. Antara lain, kita sudah dapat
menentukan jumlah ragi yang diberikan untuk fermentasi pada pembuatan donat,
kita juga dapat memperkirakan waktu dalam menunggu proses fermentasi, dan tentunya
setelah kita mengadakan percobaan pembuatan donat ini kita dapat membuat donat
dengan tahapan-tahapan yang baik dan benar dengan hasil yang semaksimal mungkin
. Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa donat
adalah produk makanan yang terbuat dari fermentasi tepung terigu dengan
ragi atau bahan pengembang lain. Fermentasi merupakan kegiatan mikrobia
pada bahan pangan sehingga dihasilkan produk yang dikehendaki dan mikrobia
yang umumnya terlibat dalam fermentasi adalah bakteri.
5.2 saran
Makalah ini merupakan makalah yang berisi informasi
dan wawasan mengenai bioteknologi. Sesuai dengan tujuan makalah ini, kami
mengharapkan agar pembaca dapat lebih memahami tentang informasi yang
terkandung dalam makalah ini. Oleh sebab itu, makalah ini sebaiknya dibaca
dengan cermat dan teliti agar pembaca dapat benar-benar memahami isinya dan
dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Ginko Biloba, 2014, laporan praktikum
bioteknologi. http://arryarjuna.blogspot.co.id/2014/05/laporan-praktikum-bioteknologi.html Arisofiy,
10-03-2017
Dea Sutrianda, 2014, pengertian tanaman wortel. http://bijidanbunga.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-tanaman-wortel.html 10-03-2017
Bogullum, 2011, Definisi dan Manfaat Wortel Bagi kesehatan. http://bagollum.blogspot.co.id/2010/11/definisi-dan-manfaat-wortel-bagi.html 10-03-2017
Muhammad Djumhana, 1995. Hukum Dalam Perkembangan Bioteknologi. Penerbit PT Citra Aditya Bakti : Bandung.
Muchlisin Riadi , 2012, Pengertian, Jenis dan Reaksi Kimia Fermentasi. http://www.kajianpustaka.com/2016/11/pengertian-jenis-dan-reaksi-kimia-fermentasi.html 10-03-2017
Ghina Sadan, 2015, cara membuat donat wortel lembut dan enak. http://www.bukumasakan.com/cara-membuat-donat-wortel-lembut-dan-enak/ 10-03-2017
LAMPIRAN
Komentar
Posting Komentar