LAPORAN BIOTEKNOLOGI DONAT SUBSTITUSI WORTEL



LAPORAN BIOTEKNOLOGI
DONAT SUBSTITUSI WORTEL

Tujuan :
Disusun untuk memenuhi tugas ujian praktik mata pelajaran Biologi dan untuk mengetahui cara pembuatan donat substitusi wortel
Oleh :
Dyah Pramuda Wardani
Edo Carensha
Nofia Putri Duani
Guru Pembimbing :
Marta Tryanti S.pd

DEPATERMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KABUPATEN REJANG LEBONG
SMA NEGERI 4 REJANG LEBONG
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan laporan pembuatan donat substitusi wortel.
Laporan praktikum ini berisikan mengenai pemanfaatan bioteknologi konvensional dalam bidang pangan yaitu dalam pembuatan kue donat dan referensi mengenai proses fermentasi oleh ragi.Kehidupan modern semakin berkembang dengan adanya keselarasan makhluk hidup dengan kemajuan teknologi yang berkembang.
Melalui makalah ini kami akan menyampaikan secara sederhana tentang penerapan teknologi dalam mengembangkan produk pada bidang pangan.Tentunya masih banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini,karena itu dimohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi bertambahnya pengetahuan kami di bidang ini.

                                                                   Curup, 10 maret 2017


                                                                   Kelompok 6



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..........................................................................................................2
DAFTAR ISI .........................................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang ................................................................................................................4
1.2  Rumusan masalah ...........................................................................................................4
1.3  Tujuan .............................................................................................................................4
BAB 2 Landasan Teori
2.1 Bioteknologi....................................................................................................................5
2.2 Wortel .............................................................................................................................7
2.3 Fermentasi .....................................................................................................................10
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan tempat ........................................................................................................14
3.2 Alat dan bahan ..............................................................................................................14
3.3 Cara kerja.......................................................................................................................14
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil pengamatan ........................................................................................................ 8
4.2 Pembahasan ..................................................................................................................8
BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan ............................................................................................................ ..... .9
5.2 Saran .................................................................................................. ................... ........9
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... iii
LAMPIRAN .................................................................................................. ...................iv






BAB I
PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang
Pada umunya donat merupakaan suatu contoh penerapan bioteknolgi dalam kehidupan sehari – hari. Dalam ilmu pengertahuan dan teknologi yang semakin modern serta seiring perkembangan zaman dengan bertambahnya sumber daya manusia yang ada di muka bumi, muncul lah keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui bidang pendidikan sehinggga menimbulkan manusia dengan kualitas yang bagus.
Bioteknologi adalah terapan biologi yang melibatkan disiplin ilmu mikrobiologi, biokimia, genetika, dan biologi monokuler. Definisi bioteknologi secara klasik atau konvensional adalah teknologi yang memanfaatkan agen hayati atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang dan jasa dalam skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan jika ditinjau secara modern, bioteknologi adalah pemanfaatan agen hayati atau bagian-bagian yang sudah direkayasa secara in vitro untuk mrenghasilkan barang dan jasa pada skala industri. Bioteknologi dikembangkan untuk meningkatkan nilai bahan mentah dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme atau bagian-bagiannya misalnya bakteri dan kapang. Selain itu bioteknologi juga memanfaatkan sel tumbuhan atau sel hewan yang dibiakkan sebagai bahan dasar sebagai proses industri. Penerapan bioteknologi pada umumnya mencakup produksi sel atau biomassa dan perubahan atau ransformasi kimia yang diinginkan. Misalnya saja pada pembuatan donat dengan melibatkan suatu organisme.
Donat (doughnuts atau donut) adalah penganan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur dan mentega. Donat yang paling umum adalah donat berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isi yang rasanya manis, seperti berbagai jenis selai, jelly, krim, dan custard.Pembuatan donat melibatkan proses fermentasi oleh mikroorganisme Saccharomyces cereviciae. Untuk mengetahui proses fermentasi tersebut, kami menyusun laporan praktikum ini.

1.2           Rumusan masalah
1.2.1        Apakah yang di maksud denga bioteknologi?
1.2.2    Apa bakteri yang berperan dalam proses pembuatan donat dan bagaimana proses pembuatan donat

1.3            Tujuan
1.3.1   Mengetahui apa yang dimaksud bioteknologi.
1.3.2   Mengetahui apakah donat bisa disubstitusikan dengan wortel.
1.3.3   Mengetahui apa bakteri yang berperan dalam menciptakan produk donat ini.
1.3.4   Mengetahui bagaimana proses dari pembuatan produk donat ini.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Bioteknologi
Bioteknologi adalah terapan biologi yang melibatkan disiplin ilmu mikrobiologi, biokimia, genetika, dan biologi monokuler. Definisi bioteknologi secara klasik atau konvensional adalah teknologi yang memanfaatkan agen hayati atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang dan jasa dalam skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan jika ditinjau secara modern, bioteknologi adalah pemanfaatan agen hayati atau bagian-bagian yang sudah direkayasa secara in vitro untuk mrenghasilkan barang dan jasa pada skala industri. Bioteknologi dikembangkan untuk meningkatkan nilai bahan mentah dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme atau bagian-bagiannya misalnya bakteri dan kapang. Selain itu bioteknologi juga memanfaatkan sel tumbuhan atau sel hewan yang dibiakkan sebagai bahan dasar sebagai proses industri. Penerapan bioteknologi pada umumnya mencakup produksi sel atau biomassa dan perubahan atau ransformasi kimia yang diinginkan. Misalnya saja pada pembuatan donat dengan melibatkan suatu organisme.
Menurut para pakar dari Australia, Pengertian Bioteknologi adalah penyusunan, pengoptimuman dan peningkatan proses biokimia dan selular untuk produksi senyawa yang bermanfaat dalam industri dan penerapan segala sesuatu yang berkaitan dengan produksi senyawa tersebut. Pengertian bioteknologi ini menunjukan bahwa bioteknologi sebagai proses yang meliputi semua gatra yang terpusat dengan ciri khas, yaitu keterlibatan katalisator-katalisator biologi.
Pengertian Bioteknologi menurut Perhimpunan Kimia Murni dan Terapan, Bioteknologi adalah penerapan biokimia, biologi, mikrobiologi dan rekayasa kimia daam proses industri, pembuatan produk (di sini termasuk produk pada pelayanan kesehatan, energi dan pertanian) dan pada lingkungan.
Menurut Pandangan para pakar dari negara Belanda, Pengertian Bioteknologi ialah ilmu tentang proses biologi terapan, yang merupakan ilmu mengenai proses produksi berdasarkan kegiatan mikroorganisme dan komponen aktifnya dan proses produksi yang melibatkan penggunaan sel dan jaringan organisme yang lebih tinggi. Teknologi pertanian, kesehatan dan pemuliaan tanaman budidaya secara tradisional, umumya tidak dipandang sebagai bioteknologi.
Pengertian Bioteknologi menurut OECD (Organization for Economic Cooperation and Development), Bioteknologi adalah suatu penerapan prinsip ilmiah dan rekayasa pengolahan bahan oleh agen biologi untuk menyediakan barang dan jasa.
Dalam bioteknologi, yang dimaksud dengan asas ilmiah dan rekayasa yang dikaitkan dengan disiplin ilmu yang luas, tetapi ditekankan pada mikrobiologi, genetika, biokimia, rekayasa biokimia dan kimia. Meskipun demikian, ahli bioteknologi tidak harus menguasai sepenuhnya semua disiplin ilmu pendukung bioteknologi, tetapi ia dapat memulai dengan satu disiplin ilmu yang kemudian dimantapkan melalui latihan dan pendidikan khusus untuk memperoleh keterampilan praktis dan kemampuan kerja sama secara terpadu.
Yang dimaksud dengan agen biologi dalam pengertian bioteknologi di atas yaitu katalisator-katalisator biologi dengan kisaran yang luas, tetapi terutama ditekankan pada mikroorganisme berenzim dan sel hewan serta tumbuhan. Yang dimaksud dengan bahan dalam pengertian bioteknologi di atas meliputi semua bahan baik yang organik maupun yang nonorganik. Pengolahan tidak hanya mencakup proses-proses yang melibatkan agen biologi, tetapi juga semua proses yang menggunakan bahan biologi hasil kegiatan biologi. Sedangkan pengertian bahan dan jasa meliputi produk industri berupa pangan, minumman, obat, senyawa biokimia dan peniadaan pengaruh logam dalam mengolah limbah industri dan rumah tangga.
Dari keterangan dalam pengertian bioteknologi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Pengertian Bioteknologi adalah teknologi pemanfaatan organisme (mikroba) atau produk organisme yang bertujuan untuk menghasilkan bahan atau jasa. Berdasarkan kesimpulan ringkas di atas, maka sebenarnya bioteknologi bukanlah hal yang baru bagi peradaban manusia. Teknologi seperti pembuatan tape, tempe, kecap dan tuak menunjukkan pemanfaatan mikroba untuk mengubah bahan dasar menjadi bahan yang bernilai ekonomi lebih tinggi.
Dari paparan pengertian bioteknologi di atas juga dapat kita membagi bentuk bioteknologi menjadi bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern.
Pengertian Bioteknologi Tradisional adalah bioteknologi yang bersifat sederhana dengan menggunakan jasad renik (mikroba) alami yang pada mulanya penggunaannya bersifat untung-untungan belum berdasarkan ilmiah.
Pengertian Bioteknologi Modern adalah bioteknologi yang menggunakan organisme hasil rekayasa genetik melalui perlakuan yang mengubah landasan penentu kemampuan hidup, dengan mengubah tatanan gen yang menentukan sifat spesifik suatu organisme, sehingga dalam proses pengubahan dapat berlangsung secara lebih efisien dan efektif. Selain itu juga bioteknologi modern dituntut oleh hasil yang lebih komersial, yaitu produknya harus dapat bersaing dalam harga, dengan menggunakan metode alternatif pembuatan produk yang sama.
Untuk memahami bagaimana organisme itu dapat dimanfaatkan dan apakah yang dapat dilakukan oleh bioteknologi modern, perlu diketahui senyawa kimia yang menjadi dasar dalam kehidupan, yaitu protein, khususnya mengenai struktur dan fungsi protein sebagai penyusun material genetika yang dapat dikenal dengan nama DNA. Tidak ada senyawa yang demikian penting seperti DNA, karena di dalamnya terbawa informasi turun-temurun yang menentukan struktur protein. DNA adalah molekul utama kehidupan. Instruksi yang mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel disandikan oleh DNA, demikian pula dengan pesan yang menimbulkan diferensiasi, sehingga telur yang telah dibuat berkembang menjadi banyak sekali sel khusus yang diperlukan untuk keberhasilan fungsi tumbuhan dan hewan yang tingkat tinggi.
2.2 Definisi Wortel

Klasifikasi Tanaman Wortel

 

Wortel merupakan tanaman sayuran termasuk ke dalam jenis tanaman semak, dan tumbuh baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Tanaman wortel mempunyai struktur batang yang pendek, serta akar yang berakar tunggang dapat berubah bentuk menjadi bulat dan disebut dengan umbi. Umbi wortel ini tampak berwarna kuning kemerah-merahan, yang berarti mengandung tinggi senyawa karoten dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan.

Berikut ini klasifikasi wortel :
Devisio           :   Spermatophyta
Sub devisio     :   Angiospermae
Kelas             :   Dicotyledon
Ordo              :   Umbelliferales
Family           :   Umbelliferae
Genus            :   Daucus
Species          :   Daucus carota L

            Tanaman wortel memiliki daun majemuk bergaris-garis (lanset), dengan 4 sampai 7 tangkai daun yang berukuran panjang, tangkai daun agak tebal dan kaku namun permukaan daunnya halus. Pada bagian batangnya, berukuran sangat kecil sehingga terkadang hampir tidak terlihat. Biasanya batang wortel berdiameter 1 cm sampai 1,5 cm, memiliki tekstur yang keras, bulat dan tidak berkayu. Batang wortel juga tidak bercabang, tetapi ditumbuhi tangkai daun sehingga seolah-olah terlihat mempunyai cabang.
            Dalam taksonomi tanaman, klasifikasi wortel memiliki sistem perakaran serabut dan tunggang. Dalam perkembangannya akar tunggang tersebut akan mengalami perubahan fisiologis atau bentuk dan fungsinya menjadi tempat penyimpanan makanan bagi tumbuhan. Akar ini kemudian tumbuh menjadi besar dan memanjang, pembesaran akar ini dapat mencapai panjang 30 cm dengan diameter sekitar 6 cm. Akar yang telah membesar inilah yang kemudian dikenal dengan nama umbi wortel atau wortel. Selain pertumbuhan akarnya yang khas, tumbuhan wortel juga memiliki bunga yang tumbuh di ujung tangkai, berbentuk menyerupai payung, bertangkai pendek dan tebal, serta berwarna merah jambu pudar atau putih. Bila mengalami pernyerbukan, bunga dapat menghasilkan buah berukuran kecil, ditumbuhi bulu-bulu halus, dan mengandung biji. 
            Sekarang ini, dalam sistem klasifikasi wortel telah ditemukan beberapa varietas wortel baru yang memiliki sifat lebih unggul dibandingkan varietas-varietas sebelumnya. Bredasarkan dari bentuk umbinya, varietas wortel dibagi menjadi tiga kelompok, meliputi, Chantenay,Imperator, dan Nantes. Kelompok Chantenay mempunyai bentuk umbi bulat dan panjang dengan ujung yang tumpul, panjang umbi berkisar antara 15-20 cm. Selain itu umbi jenis varietas ini mempunyai rasa yang manis sehingga banyak disukai masyarakat. Pada wortel kelompok Imperator mempunyai bentuk umbi bulan panjang, tetapi dengan ujung yang meruncing, panjang umbi antara 20-30 cm, rasa umbi ini kurang manis jika dibandingkan dengan kelompok Chantenay. Sedangkan kelompok Nantes mempunyai bentuk umbi kombinasi dari jenis Chantenay dan Imperator, yaitu mempunyai bentuk bulat tapi sedikit panjang, dengan panjang rata-rata antara 10-15 cm. Dari ketiga kelompok tersebut, varietas dari kelompok Chantenaylah yang memberikan hasil terbaik dari segi sifat, pertumbuhan, dan hasil panennya, sehingga banyak dicari oleh petani wortel.
Wortel adalah salah satu makanan detoksifikasi yang dapat membersihkan dan mengatur keseimbangan dalam tubuh. Manfaat wortel yang dipercaya dapat meningkatkan kemampuan penglihatan juga mungkin terbukti benar.Wortel sangat bermanfaat untuk membersihkan dan menguatkan hati, organ tubuh paling utama dalam detoksifikasi, sehingga dapat meningkatkan semua fungsi sistem tubuh yang terkait. Namun, jangan mengonsumsi lebih dari tiga wortel dalam sehari. Untuk membuat jus, gunakan tidak lebih dari dua wortel dan campurlah dengan apel atau sayuran yang lain. Memakan terlalu banyak sari wortel membuat kulit menjadi oranye.
            Wortel adalah gudang beta-karoten, yang berguna untuk membantu sistem kekebalan, sistem pencernaan, saluran pernapasan, serta membangun gigi, rambut, dan tulang yang kuat. Beta-karoten juga mempunyai efek penyembuhan terhadap kulit, terutama terhadap eksim, infeksi kulit, dan jerawat, serta dapat memperbaiki warna kulit jika diminum sebagai sari buah bersama apel. Beta-karoten juga dapat membantu meningkatkan penglihatan pada malam hari dan membuat mata menjadi sehat.
            Wortel berisi gula alami, yang akan dilepaskan perlahan-lahan ke dalam tubuh untuk memberi energi yang tahan lama. Kadar gula dalam wortel bukanlah kadar gula dalam jumlah besar yang masuk secara mendadak seperti pada gula sulingan. Wortel lebih baik jika dimakan mentah. Wortel, terutama jika dibuat sup, adalah makanan penyembuh yang sempurna bagi yang sedang dalam proses penyembuhan atau orang yang kondisi tubuhnya sedang menurun.

Karena merupakan sumber vitamin C dan beta-karoten, wortel merupakan bahan makanan utama untuk melawan penyakit dan memperkuat kekebalan tubuh. Wortel juga dapat melawan berbagai macam penyakit, infeksi saluran pernapasan, luka pada perut, dan masalah pencernaan, serta memberikan perlindungan terhadap resiko berbagai jenis kanker. Wortel sering digunakan sebagai bahan ramuan tradisional untuk membantu masalah kewanitaan (mengatur siklus haid dan memperbanyak air susu ibu) karena mengandung kalsium.

Wortel juga dapat membantu membentuk butir darah, meningkatkan kadar hemoglobin (HB). Wortel juga dapat membantu melawan penyakit jantung dan penyakit pada pembuluh darah utama. Apabila sering dimakan setiap hari, wortel juga akan mengurangi kadar kolesterol.

Wortel termasuk sayur-sayuran paling tua yang dikenal manusia. Manusia mulai mengonsumsi wortel setelah mengetahui beberapa manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya. Konon, orang-orang Yunani dan Romawi yang pertama kali mempublikasikan manfaat wortel ini. Informasi mengenai manfaat wortel itu didapat di dalam buku-buku yang telah ditulis sejak 130 tahun sebelum masehi.

            Wortel dikategorikan sebagai alat kecantikan yang utama, karena ia kaya akan vitamin A. Vitamin ini sangat penting untuk kesehatan dan kemulusan kulit, karenanya ia termasuk jenis sayuran alami yang bermanfaat untuk pemeliharaan kulit. Sebagaimana disampaikan oleh para ahli kecantikan, mengonsumsi jus (sari buah) wortel yang segar secara teratur akan memberikan pengaruh yang besar, seperti mencegah timbulnya bintik dan noda hitam pada kulit, serta dapat memperindah warna kulit yang secara umum terlihat lebih bersih. Manfaat wortel tidak hanya untuk kulit saja, tapi juga untuk nutrisi rambut dan mata, karena kedua organ ini sangat membutuhkan vitamin A.Namun, untuk memperoleh manfaat wortel secara maksimal, Anda harus jeli dalam memilih wortel. Pilihlah wortel yang berwarna agak muda dan terang. Ini menandakan bahwa wortel tersebut masih muda dan segar. Selain bisa menghaluskan kulit, wortel juga memberikan khasiat lainnya seperti mengatasi hipertensi, mengatasi luka bakar, menyembuhkan batuk, mengatasi nyeri haid, serta mengatasi sembelit.

Berikut adalah manfaat penggunaan wortel :
1.      Mengatasi hipertensi: 
Wortel sebanyak 500 gr dicuci, dipotong-potong, beri sedikit air matang, lalu diblender. Saring, kemudian diminum. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari.

2.      Mengatasi rabun senja: 
Dua batang wortel dicuci diparut. remas dengan dua sendok air matang. Peras dan saring. Beri
madu supaya lebih enak, kemudian diminum. Lakukan ini 3x sehari. 

3.      Mengatasi mata minus:
Minum air rebusan wortel atau makan wortel mentah. Bisa juga memarut tujuh batang wortel, dan beri sedikit air matang. Kemudian peras dengan kain. Minum air perasannya 1x sehari.

4.      Mengatasi demam pada anak:
Wortel sebanyak 200gr dicuci, diparut dan diperas sampai keluar sarinya. Air perasan tersebut direbus dan diminum.

5.      Mengatasi cacingan:
Keringkan lima wortel, dan tumbuk atau parut sampai menjadi bubuk. Seduh dengan air secukupnya. Minum 2x sehari, 5 gr setiap kali minum.

6.      Mengatasi luka bakar: 
Wortel ditumbuk hingga halus dan dioleskan pada luka bakar.

7.      Mengatasi batuk:
Sebatang wortel dibersihkan, diparut. Beri beberapa sendok air panas dan peras. Beri sedikit gula aren, aduk sampai rata. Minum 2x sehari.

8.      Mengatasi nyeri haid: 
Wortel sebanyak 250gr dicuci, dipotong-potong. Beri sedikit air, lalu diblender. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.

9.      Mengatasi sembelit:
Dua batang wortel dicuci bersih, lalu diparut. Beri dua sendok makan air matang dan sedikit garam, kemudian peras. Minum airnya 2x sehari.

10.  Menghaluskan wajah: 
Dua sampai tiga batang wortel dikupas, dicuci, lalu diparut, dan diperas airnya. Oleskan ke wajah. Bisa juga setelah diparut, langsung ditempelkan ke wajah sebagai masker sampai kering.

Catatan: bila dipakai sebagai masker, wajah jangan digerakkan seperti bercakap atau makan supaya maskernya tidak retak.
2.3 Fermentasi
Fermentasi adalah proses terjadinya penguraian senyawa-senyawa organik untuk menghasilkan energi serta terjadi pengubahan substrat menjadi produk baru oleh mikroba (Madigan, 2011). Fermentasi berasal dari bahasa latin ferfere yang artinya mendidihkan.
Fermentasi merupakan pengolahan subtrat menggunakan peranan mikroba (jasad renik) sehingga dihasilkan produk yang dikehendaki (Muhiddin, 2001). Produk fermentasi berupa biomassa sel, enzim, metabolit primer maupun sekunder atau produk transformasi (biokonversi).
            Proses fermentasi mendayagunakan aktivitas suatu mikroba tertentu atau campuran beberapa spesies mikroba. Mikroba yang banyak digunakan dalam proses fermentasi antara lain khamir, kapang dan bakteri. Teknologi fermentasi merupakan salah satu upaya manusia dalam memanfaatkan bahan-bahan yang berharga relatif murah bahkan kurang berharga menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dan berguna bagi kesejahteraan hidup manusia.



2.3.1        Jenis-jenis Fermentasi 

a.       Berdasarkan produk yang dihasilkan, fermentasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu (Belitz, 2009):
1.      Homofermentatif, yaitu fermentasi yang produk akhirnya hanya berupa asam laktat. Contoh homofermentatif adalah proses fermentasi yang terjadi dalam pembutaan yoghurt. 
2.      Heterofermentatif, yaitu fermentasi yang produk akhirnya berupa asam laktat dan etanol sama banyak. Contoh heterofermentatif adalah proses fermentasi yang terjadi dalam pembuatan tape.
b.      Berdasarkan penggunaan oksigen, fermentasi dibagi menjadi fermentasi aerobik dan anaerobik. Fermentasi aerobik adalah fermentasi yang memerlukan oksigen, sedangkan fermentasi anaerobik tidak memerlukan oksigen (Fardiaz, 1992).
c.       Berdasarkan proses yang dihasilkan oleh mikroba, fermentasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1.         Fermentasi yang memproduksi sel mikroba (biomass). Produksi komersial dari biomass dapat dibedakan menjadi produksi yeast untuk industri roti, dan produksi sel mikroba untuk digunakan sebagai makanan manusia dan hewan.
2.         Fermentasi yang menghasilkan enzim dari mikroba. Secara komersial, enzim dapat diproduksi oleh tanaman, hewan, dan mikroba, namun enzim yang diproduksi oleh mikroba memiliki beberapa keunggulan yaitu, mampu dihasilkan dalam jumlah besar dan mudah untuk meningkatkan produktivitas bila dibandingkan dengan tanaman atau hewan.
3.         Fermentasi yang menghasilkan metabolit mikroba. Metabolit mikroba dapat dibedakan menjadi metabolit primer dan metabolit sekunder. Produk metabolisme primer yang dianggap penting contohnya etanol, asam sitrat, polisakarida, aseton, butanol, dan vitamin. Sedangkan metabolit sekunder yang dihasilkan mikroba contohnya antibiotik, pemacu pertumbuhan, inhibitor enzim, dan lain-lain.

2.3.2 Reaksi Kimia Fermentasi 

Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH).

Persamaan reaksi kimia yaitu :
Reaksi di atas dijelaskan: gula (glukosa, fruktosa dan sukrosa) = alkohol (etanol) + karbondioksida + energi (ATP).

Urutan proses terjadinya fermentasi dan produk yang dihasilkan dijelaskan pada gambar di bawah ini:
Proses Fermentasi
Penerapan metode fermentasi yang banyak digunakan diantaranya adalah fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat. Fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat memiliki perbedaan dalam produk akhir yang dihasilkan. Produk akhir fermentasi alkohol berupa etanol dan CO2, sedangkan produk akhir fermentasi asam laktat berupa asam laktat (Lehninger, 1994).


2.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fermentasi 

Keberhasilan fermentasi ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:
a.       Keasaman (pH) 
Makanan yang mengandung asam bisanya tahan lama, tetapi jika oksigen cukup jumlahnya dan kapang dapat tumbuh serta fermentasi berlangsung terus, maka daya awet dari asam tersebut akan hilang. Tingkat keasaman sangat berpengaruh dalam perkembangan bakteri. Kondisi keasaman yang baik untuk bakteri adalah 4,5-5,5.
b.      Mikroba 
Fermentasi biasanya dilakukan dengan kultur murni yang dihasilkan di laboratorium. Kultur ini dapat disimpan dalam keadaan kering atau dibekukan.
c.       Suhu 
Suhu fermentasi sangat menentukan macam mikroba yang dominan selama fermentasi. Tiap-tiap mikroorganisme memiliki suhu pertumbuhan yang maksimal, suhu pertumbuhan minimal, dan suhu optimal yaitu suhu yang memberikan terbaik dan perbanyakan diri tercepat.
d.      Oksigen 
Udara atau oksigen selama fermentasi harus diatur sebaik mungkin untuk memperbanyak atau menghambat pertumbuhan mikroba tertentu. Setiap mikroba membutuhkan oksigen yang berbeda jumlahnya untuk pertumbuhan atau membentuk sel-sel baru dan untuk fermentasi. Misalnya ragi roti (Saccharomycess cereviseae) akan tumbuh lebih baik dalam keadaan aerobik, tetapi keduanya akan melakukan fermentasi terhadap gula jauh lebih cepat dengan keadaan anaerobik.
e.        Waktu
Laju perbanyakan bakteri bervariasi menurut spesies dan kondisi pertumbuhannya. Pada kondisi optimal, bakteri akan membelah sekali setiap 20 menit. Untuk beberapa bakteri memilih waktu generasi yaitu selang waktu antara pembelahan, dapat dicapai selama 20 menit. Jika waktu generasinya 20 menit pada kondisi yang cocok sebuah sel dapat menghasilkan beberapa juta sel selama 7 jam.




BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu Dan Tempat
          Kegiatan praktikum ini dilaksanakan pada
Hari,tanggal    : Jumat, 10 maret 2017
Tempat            : Btn. Jalatari indah pasar hewan
3.2 Alat Dan Bahan
          A. Alat
·         Kompor
·         Wajan
·         Pisau
·         Timbangan
·         Spatula
·         Sendok
·         Baskom kecil
·         Baskom besar
·         Gelas
·         Plastik

B .Bahan
  • 450 gram tepung terigu
  • 30 gram gula pasir
  • 120 gram wortel, dikupas kulitnya lalu dihaluskan
  • 50 gram margarin
  • 1 kilogram minyak goreng
  • 1 sdt baking powder
  • 2 sdm ragi instan
  • 2 butir telur ayam
  • 1 sdt garam
  • 120 ml air

3.3 Cara Kerja
  1. Siapkan blender lalu masukkan wortel serta air dan blender sampai halus dan lembut dengan menggunakan kecepatan tinggi.
  2. Siapkan wadah lalu masukkan tepung terigu, baking powder, susu bubuk, gula pasir, ragi instan serta garam dan diaduk sampai merata.
  3. Setelah adonan merata lalu tuangkan wortel yang sudah dihaluskan kedalam adonan serta masukkan juga telur ayam serta mentega sembari diuleni sampai menjadi adonan yang tidak lengket.
  4. Berikutnya bentuk bulat adonan menjadi satu lalu diamkan diwadah yang tertutup rapat selama 30 menit.
  5. Setelah itu adonan dikempiskan lalu dibentuk bulat kecil dan goreng kedalam minyak goreng panas sampai matang, angkat kemudian celupkan pada white choklat yang sudah dilelehkan dan donat wortel siap untuk dinikmati.




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil pengamatan
Dari hasil pengamatan kami ragi mempunyai tekstur berpasir dan beraroma khas ragi yang berfungsi dalam Fermentasi adonan, sehingga adonan mengembang. Mentega mempunyai tekstur yang lunak dan beraroma vanilla berfungsi untuk memperbaiki tekstur adonan. Lalu minyak goreng berbentuk  cair serta beraroma khas minyak goreng berfungsi untuk memperbaiki tekstur adonan. Dan yang terkahir  wortel bertekstur halus yang digunakan dalam adonan  berfungsi membuat adonan agar lebih lunak.
4.2 Pembahasan
•Menyiapkan peralatan :
Apabila peralatan telah siap, tentunya suatu pekerjaan akan menjadi lebih mudah dan lancar pada saat pengerjaan.
•Merebus kentang
Ini berguna untuk mempermudah pada saat mencampurkan dengan adonan tepung.
•Mencampurkan adonan
Mencampurkan semua bahan yang diperlukan dalam pembuatan donat secara benar dan bertahap.
•Aduk adonan hingga merata
Mengaduk-ngaduk bahan yang telah dicampurkan sampai merata, agar adonan dapat sesuai dengan apa yang kita inginkan.
•Mencampurkan kentang halus
Kentang halus berguna agar tekstur dari adonan menjadi lebih lembut.
•Didiamkan untuk fermentasi
Fermentasi dilakukan dengan cara mendiamkan adonan selama 20 – 30 menit agar dapat mengembang .
•Pembentukan donat
Bentuk adonan menjadi bentuk kue donat dengan bolong ditengahnya.
•Goreng hingga matang
Menggoreng donat dengan menggunakan api sedang sampai matang. Kematangan donat ditandai dengan warnanya yang
kekuning-kuningan dan teksturnya yang menjadi agak lebih keras pada bagian luarnya.
•Pemberian topping
Pemberian topping juga tidak boleh sembarangan, kita harus menunggu donat hingga dingin . Mengapa ? Karena jika
dalam kondisi donat yang masih panas, maka akan membuat topping diatasnya menjadi meleleh





BAB V
 PENUTUP
5.1 kesimpulan
Dengan diadakannya  pembuatan donat ini, kita telah memperoleh banyak sekali pengetahuan. Antara lain, kita sudah dapat menentukan jumlah ragi yang diberikan untuk fermentasi pada pembuatan donat, kita juga dapat memperkirakan waktu dalam menunggu proses fermentasi, dan tentunya setelah kita mengadakan percobaan pembuatan donat ini kita dapat membuat donat dengan tahapan-tahapan yang baik dan benar dengan hasil yang semaksimal mungkin . Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa donat adalah produk makanan yang terbuat dari fermentasi tepung terigu dengan ragi atau bahan pengembang lain. Fermentasi merupakan kegiatan mikrobia pada bahan pangan sehingga dihasilkan produk yang dikehendaki dan mikrobia yang umumnya terlibat dalam fermentasi adalah bakteri.
5.2 saran
Makalah ini merupakan makalah yang berisi informasi dan wawasan mengenai bioteknologi. Sesuai dengan tujuan makalah ini, kami mengharapkan agar pembaca dapat lebih memahami tentang informasi yang terkandung dalam makalah ini. Oleh sebab itu, makalah ini sebaiknya dibaca dengan cermat dan teliti agar pembaca dapat benar-benar memahami isinya dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.




DAFTAR PUSTAKA
Ginko Biloba, 2014, laporan praktikum bioteknologi. http://arryarjuna.blogspot.co.id/2014/05/laporan-praktikum-bioteknologi.html Arisofiy, 10-03-2017
Dea Sutrianda, 2014,  pengertian tanaman wortel. http://bijidanbunga.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-tanaman-wortel.html 10-03-2017

Bogullum, 2011, Definisi dan Manfaat Wortel Bagi kesehatan. http://bagollum.blogspot.co.id/2010/11/definisi-dan-manfaat-wortel-bagi.html 10-03-2017

 

Muhammad Djumhana, 1995. Hukum Dalam Perkembangan Bioteknologi. Penerbit PT Citra Aditya Bakti : Bandung.

 

Muchlisin Riadi , 2012,  Pengertian, Jenis dan Reaksi Kimia Fermentasi. http://www.kajianpustaka.com/2016/11/pengertian-jenis-dan-reaksi-kimia-fermentasi.html 10-03-2017

 

Ghina Sadan, 2015, cara membuat donat wortel lembut dan enak. http://www.bukumasakan.com/cara-membuat-donat-wortel-lembut-dan-enak/ 10-03-2017






LAMPIRAN

Komentar